Wednesday, 14 December 2016

Ratusan pengurus AZAN Aceh Besar hadiri pengukuhan


ACEH BESAR -Tim Pemenangan AZAN Aceh Besar secara resmi akan dikukuhkan oleh Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Ahad (11/12). Acara yang dipusatkan di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, itu dihadiri 500 pengurus dalam struktur pemenangan gampong dan kecamatan.
“Ratusan warga Aceh Besar yang hadir saat ini adalah pengurus pemenangan gampong dan kecamatan di Aceh Besar. Hari ini, kami menunjukkan komitmen untuk memenangkan pasangan Zaini-Nasaruddin," kata Ketua tim AZAN Aceh Besar, Rusdi.
Struktur pemenangan AZAN terbentuk beberapa waktu lalu. Pengukuhan tim AZAN Aceh Besar ini dihadiri sejumlah pengurus pemenangan pusat dan puluhan tokoh masyarakat di kabupaten tersebut. Sementara itu, Zaini Abdullah datang didampingi istri, Niazah A Hamid.
Prosesi pengukuhan yang dipusatkan di Pasar Lambaro itu juga mendapatkan perhatian besar dari masyarakat sekitar dan warga yang sedang berbelanja di pusat pasar terbesar di Aceh Besar tersebut.
Sumber : ajnn.net

Gaminong AZAN dan Baraza Kampanye Lawan Korupsi


BANDA ACEH - Gaminong Azan sebagai salah satu sayap relawan pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Nasaruddin menggelar aksi kampanye memperingati Hari Antikorupsi Internasional (HAK) di Simpang Jam Taman Sari, Banda Aceh, Jumat (9/12) sore
Aksi kampanye ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat luas mengenai sikap Zaini Abdullah dan Nasaruddin dalam memberantas korupsi. Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan strategi penindakan tapi juga saat yang bersamaan harus ada upaya pencegahan. Pembarantasan korupsi tidak boleh lagi sekedar tindakan bak Pemadam Kebakaran yaitu penindakan hanya dilakukan jika ada korupsi, tapi tidak menyentuh akar permasalahan, akibatnya korupsi tidak bisa diberantas.
Azhari selaku penanggung jawab aksi kampanye mengatakan bahwa ini merupakan salah satu kampanye yang dilakukan sebagai wujud partisipasi anak muda untuk mengkampanyekan memilih pemimpin yang bebas korupsi.
"Dan alhamdulillah hampir seluruh masyarakat antusias dalam menanggapi aksi ini, perlu diketahui bahwa saat ini banyak elit politik yang mengalami degrasi moral, maka perlu sejak dini kita sebagai anak muda untu melawan korupsi, aksi ini salah satu bentuk kepedulian anak muda dalam menjadikan Aceh lebih baik lagi kedepannya," katanya.
Sumber : Ajnn.net

Thursday, 8 December 2016

Foto : Zaini Abdullah tinjau korban gempa







Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Zaini Abdullah sore tadi tiba di Trienggadeng sekira pukul 15:00 WIB, dalam rangka meninjau korban Gempa Bumi yang terjadi tadi pagi. setelah meninjau korban di keude trienggadeng doto Zaini melanjutkan ke posko tanggap darurat di desa Kuta Pangwa, setiba diposko langsung bertemu dengan keluarga korban dan juga menyerahkan uang Tunai sebesar 25 juta. Disamping Itu Doto Zaini juga menyumbang sembako berupa Beras, Indomie, minyak goreng, telur, dan susu anak-anak, Rabu(7/12). 


Sumber : Kanal Aceh
Kunjungi dan Gabung : Fanspage Barisan Relawan Zaini-Nasaruddin / AZAN untuk Aceh

Foto: Zaini Abdullah berikan bantuan kepada Dayah Abu Mudi






Bireuen (KANALACEH.COM) – Zaini Abdullah silaturrahmi dan memberikan bantuan logistik kepada dayah Abu Mudi di samalanga, Rabu (7/12). 

Sumber : Kanal Aceh
Kunjungi dan Gabung : Fanspage Barisan Relawan Zaini-Nasaruddin / AZAN untuk Aceh

Foto : Zaini Abdullah kunjungi Mesjid yang rubuh karena gempa





Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Zaini Abdullah mengunjungi mesjid paru yang rubuh akibat gempa, Kamis (8/12). 

Sumber : Kanal Aceh
Kunjungi dan Gabung : Fanspage Barisan Relawan Zaini-Nasaruddin / AZAN untuk Aceh 

Gaminong AZAN inisiasikan pengumpulan darah di PMI Banda Aceh


Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Melihat kebutuhan darah yang semakin menipis di lokasi gempa Pidie Jaya, Gaminong Azan membuka inisiasi dengan cara mengumpulkan darah dari Banda Aceh untuk segera dikirim ke lokasi kejadian.
Suci Ramadhan selaku anggota Gaminong Azan mengatakan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan rekannya yang suka rela ingin mendonorkan darah untuk kebutuhan korban disana. Hingga saat ini, darah yang sudah terkumpul berjumlah 73 kantong.
Selain melakukan pengumpulan darah untuk para korban, Gaminong Azan juga melakukan Penggalangan Dana dilakukan dengan langsung transfer ke no. rekening gaminong AZAN(Bank Mandiri a.n Salsiah No.Rek 158-00-00-90327-8) dan lewat kitabisa.com dengan link https://kitabisa.com/acehkuat#.
Kemudian, pihaknya juga melakukan Pengumpulan bantuan yang bisa dapat diantar ke Sekret #Acehkuat di Posko GaminongAzan di Desa Pango. “Bagi beberapa masyarakat yang ingin memberi bantuan dan tidak bisa mengantar dapat request ke kita dan akan kita jemput,” kata Suci di Banda Aceh, Rabu (7/12).
Penyaluran  akan dilakukan di Minggu depan, dan Gaminong Azan juga akan melaksanakan kegiatan trauma healing dan distraction untuk anak-anak di lokasi bencana. 
Aceh, Indonesia precisely Pidie Jaya district was hit by the earthquake with a strength of 6.5 sr. hundreds of buildings were destroyed, we hope there will be support for Pidie Jaya district. if you want to donate aid, account numbers in this article. thank you, we will not give in to build Aceh

Sumber : Kanal Aceh
Kunjungi dan Gabung : Fanspage Barisan Relawan Zaini-Nasaruddin / AZAN untuk Aceh

Gaminong AZAN serahkan bantuan untuk korban gempa



Meureudu (KANALACEH.COM) – Gaminong AZAN yang diwakili Tasya Devilla memberikan bantuan logistik kepada korban bencana gempa Pidie Jaya di Kecamatan Meureudu, Rabu (7/12). Selain itu, Gaminong Kutaraja juga melakukan donor darah dengan pendonor sebanyak 50 orang.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,5 skala richter (SR) terjadi di Pidie Jaya pada pagi tadi yang mengakibatkan sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak. Beberapa bangunan roboh dan sejumlah ruas jalan juga retak.
BMKG mencatat gempa bumi terjadi pukul 05.03 WIB di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. 
Sumber : Kanal Aceh

Wednesday, 7 December 2016

Inilah 17 Hal baik yang perlu anda ketahui tentang Abu Doto



17 adalah angka keramat yang juga dipercayai oleh Soekarno. Dalam kelaziman Islam di Indonesia ada beberapa momentum penting yakni: 17 Ramadhan atau Nuzulul Quran, 17 Rakaat dalam shalat lima waktu, 17 Agustus hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Maret 624 M (atau 17 Ramadan 2 H) kemenangan umat Islam dalam perang Badar, dan Surat Al-Anfal ayat ke-17 mengenai janji kemenangan dari Allah SWT.

DOKTER PEJUANG
Dokter yang setia pafa profesinya ditengah-tengah perjuangan.

KESETIAAN TANPA BATAS
Pejuang hak-hak politik rakyat Aceh, teman terdekat hasan tiro sejak perjuangan Gerilya, diplomasi internasional, hingga wafatnya sang Wali Nanggroe.

SANG DIPLOMAT ULUNG
      Perunding perdamaian Aceh hingga tercapai kesepakatan damai dalam kerangka MoU Helsinki.

PENGEMBAN AMANAH
Menuntaskan UU Pemerintahan Aceh, dengan lahirnya Regulasi penting : Pelimpahan kewenangan Aceh yang bersifat nasional, bagi hasil migas, dan pertahanan (2015), serta Qanun Lambang dan Bendera Aceh (2013).

SANG PENEGAK KEDAULATAN MIGAS
Membangun kemandirian migas, dengan perpanjangan kontrak blok pase dan peresmian terminal regasifikasi Arun (2015).

 MENYALA DIANTARA KETERBATASAN LISTRIK
Membangun ketahanan energi dengan menerbitkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Aceh (RUKA) 2012-2031 yang menjadi acuan bagi pemanfaatan dan pembangunan pusat-pusat pembangkit listrik.

MAGNIT INVESTOR
Menggandeng Investor dari Singapura untuk menghidupkan kembali PT. Kertas Kraft Aceh (KKA) yang dapat meningkatkan perekonomian dan menyerap lapangan kerja (2015).

JUJUR MEMBELANJAKAN UANG RAKYAT
Di masa reformasi pertamakalinya pada 2015 mendapat status Wajar Tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. Abu Doto menandatangani Mou Helsinki dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi akuntabilitas APBA.

PEMBUKA JALAN MENUJU ACEH
Membangun infrastruktur transportasi, diantaranya menlanjutkan 14 jalan tembus dan jalan lingkar simeulue, “Tol Rakyat” (Jalan Lintas Barat-timur Aceh), Pra-study kelayakan terowongan Geurutee Aceh Jaya, antisipasi kemacetan di ibu kota provinsi Banda Aceh (Flyover simpang surabaya, Underpass Beurawe, jembatan Lamnyong dan Krueng Cut), menerbitkan Rencana Induk Perkeretaapian 2014-2025 sebagai bagian dari Trans Sumatera Railways, dan pengembangan 7 Bandara serta 5 Pelabuhan (termasuk Pelabuhan MALAHAYATI, bagian Tol laut).

PENEGAK DAULAT PANGAN
Selama 3 tahun meningkatkan stok beras untuk ketahanan pangan (2013-2015), membangun infrastruktur irigasi diantaranya bendungan raksasa Krueng Keuretoe (2015), menarik Investor Australia untuk membangun peternakan terpadu Krueng Raya Aceh Besar (2014), menjadikan Pelabuhan Lampulo sebagai kawasan industri perikanan bertaraf Internasional (2014), dan penetapan Techno-Park berbasis pertanian dan perikanan di Aceh Besar dan Simeulue.

SANG PENJAGA ILMU PENGETAHUAN
Menegerikan tiga perguruan tinggi sebagai upaya pemerataan pendidikan diseluruh Aceh: Universitas Samudra Langsa (2013), IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa (2014), dan Universitas Teuku Umar Meulaboh (2014).

DOKTER BAGI RAKYAT ACEH
Menetapkan 5 rumah sakit rujukan regional di Meulaboh, Sigli, Langsa, Takengon, Aceh Selatan (2014), merintis gampong siaga dan posyandu, peningkatan fasilitas kesehatan dasar (Puskesmas), menginstruksikan seluruh instansi pemerintah bebas asap rokok (2012), dan memberikan cuti hamil selama 6 bulan bagi seluruh perempuan PNS dan Swasta (2016).

 SANG PENJAGA EKONOMI GAMPONG
Memperkuatkan ekonomi gampong dengan terus meningkatkan alokasi Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong ( BKPG) tiap tahun dan integrasi dengan PNPM, menyalurkan bantuan langsung ternak (2013-2014), mengucurkan beasiswa kepada 912 Mahasiswa dan lebih dari 100 ribu yatim piatu dari SD hingga SMA, membangun 11.400 unit rumah gratis untuk kaum duafa dan korban konflik/bencana, beasiswa kepada 230 siswa  miskin untuk pendidikan vokasional di 4 politeknik (2014), membuka akses jalan bagi warga terisolisir Buloh Seuma Aceh Selatan (2015), dan melancarkan perang terhadap narkoba mulai dari tingkat desa (2015).

SANG PECINTA ALAM
Meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana dan kerjasama penanggulangan bencana dengan jepang (2016), memprioritaskan penegakan hukum lingkungan seperti penertiban kegiatan penambangan emas tanpa izin (2014), dan komitmen untuk konservasi dan mengatasi perubahan iklim (2016).

 SANG PEMUKA AGAMA
Pengembangan fasilitas Mesjid Raya Baiturrahman hingga layaknya Mesjid Nabawi (2015), mengkonversi Bank Aceh menjadi perbankan syariah (2016), dan melipatgandakan insentif bagi Imuem Meunasah hingga 500% (2014),  serta memberikan bantuan sepeda motor untuk dai didaerah terpencil (2016).

SANG PELAYAN PUBLIK
Memangkas rentang birokrasi untuk pelayanan publik, sehingga Aceh mendapatkan penghargaan dari Wakil Presiden dan Ombudsman RI (2014).

 PENJAGA GERBANG MALAKA
Abu Doto dukung penuh visi Poros Maritim Presiden Joko Widodo, juga dalam memudahkan konektivitas antar wilayah di Aceh. Abu Doto paham betul posisi strategis Aceh sebagai Gerbang Indonesia di Malaka.
      


      Pilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah terbukti dan bukan terbar janji, AZAN sudah  terbukti dalam berbagai hal.
       Pilih Nomor 4 di Pilkada Aceh 2017, Saleum 4 Jaroe.

       Sumber : http://azanuntukaceh.org

       Kunjungi dan Gabung : Fanspage Barisan Relawan Zaini-Nasaruddin / AZAN untuk Aceh

Gubernur Aceh Dapat Penghargaan National Procurement Award 2015

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah didampingi Kadis Kesehatan, dr M Yani dan Ass III Dr Muzakkar, menyerahkan hadiah kepada dokter, puskesmas, dan medis teladan usai acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-51 di halaman Depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (12/11). 


BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, mendapat penghargaan National Procurement Award 2015 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (10/11). Penghargaan untuk kategori Kepemimpinan pada Transformasi Pengadaan Secara Elektronik ini diserahkan Kepala Bappenas, Dr Sofyan A Jalil yang diterima Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia, Abubakar SH mewakili Gubernur.
Kepala Biro (Karo) Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ir Arifin Yusuf menyampaikan hal ini kepada Serambi, seusai mengikuti upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di halaman depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (12/11).
“Kepala Bappenas memberikan penghargaan itu atas keberhasilan Pemerintah Aceh melaksanakan dengan baik pengadaan secara elektronik proyek APBA 2015,” kata Arifin.
Arifin mengatakan penghargaan itu diserahkan dalam rapat kerja nasional Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tahun 2015 diselenggarakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) RI, 10-11 November 2015 di Jakarta.
Arifin menyebutkan acara ini dihadiri 1.500 peserta, di antaranya para Kepala Daerah, LPSE Seluruh Indonesia, praktisi, dan para pihak pemerhati pengadaan barang dan jasa pemerintah, yaitu World Bank, Asian Development Bank, Indonesia Coruption Watch, Indonesia Procorument Watch, dan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia. Rapat kerja LPSE kali ini bertema “Dukungan Penguatan LPSE Dalam Sistem Pengadaan”
“Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah pemberian penghargaan National Procurement Award kepada pimpinan kelembagaan, lembaga, dinas dan instansi, Ketua LPSE Kelembagaan, lembaga, dinas, dan instansi dalam pengembangan implementasi e procurement,” kata Arifin.
Arifin menyebutkan ada sembilan kepala daerah di Indonesia yang diberikan penghargaan National Procurement Award kategori Kepemimpinan Pada Tranformasi Pengadaan Secara Elektronik, salah satunya Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ir Arifin Yusuf juga menginformasikan pada kesempatab yang sama, Pemerintah Aceh juga mendapat penghargaan untuk kategori peran LPSE Aceh Dalam Pembinaan Kabupaten/kota. Menurutnya, prestasi ini selain hasil kerja keras seluruh unsur LPSE Aceh, juga karena kepedulian tinggi Pemerintahan Zikir serta intansi terkait lainnya dalam mendukung pelaksanaan sistem lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik yang terbuka dan fair.
Sementara itu, Kepala Bappenas, Dr Sofyan A Jalil dalam sambutannya saat acara ini, antara lain mengatakan pengadaan yang baik adalah yang fleksibilitas antara kualitas dengan harga. Penentuan kualitas standar barang, beberapa di antaranya dapat didasari atas unsur ekonomis barang dan perkiraan umur manfaat. Variabel ini yang memengaruhi fleksdibilitas besaran harga dan kualitas barang.

Mau liat 10 penghargaan yang diraih Abu Zaini Abdullah ? ini dia 10 penghargaan Abu Zaini Abdullah atas kinerjanya


GEBRAKAN  pembangunan yang digaungkan Pemerintah Aceh sepanjang tahun 2013, mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Tidak hanya dari dalam negeri, penghargaan juga datang dari negeri jiran, Malaysia.
Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menerima 10 anugerah atau penghargaan. Hal itu diperoleh atas berbagai prestasi Pemerintah Aceh dalam berbagai bidang pembangunan bagi rakyat Aceh.
Anugerah Tertinggi Tun Perak, diterima Gubernur Aceh pada event puncak Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) pada hari Senin (28/10/2013) di Hotel Hatten, Melaka Malaysia. Anugerah tersebut diserahkan oleh Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Ir H Idris bin Harun.
Gubernur Zaini dinilai fokus dalam menjalankan program-program DMDI yaitu ekonomi, sosial budaya dan pendidikan.
Selain itu, pemberian anugerah tersebut juga bagian dari komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Doto Zaini dan Muzakir Manaf terhadap penegakan Syari’at Islam berjalan dengan baik.
Lainnya, dua penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) juga berhasil diraih Pemerintah Aceh, yaitu Kihajar Award dan Anugerah Pendidikan Inklusi. 
Sedangkan Pada sektor pertanian, Pemerintah Aceh juga mendapat penghargaan sebagai Abdi Bakti Tani dari Menteri Pertanian.
Berikut Daftar Penghargaan yang diterima Gubernur Aceh Tahun 2013 dari Catatan Humas Aceh:
1. Anugerah Tertinggi Tun Perak
diterima oleh Gubernur Aceh pada Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang diserahkan oleh oleh Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Ir H Idris bin Harun, (28/10/2013),
2. Pemerintah Aceh menerima Penghargaan Citra Pelayanan Prima untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di Balai Kartini, (28/3/2013).
3. Pangripta Pratama kepada Gubernur Aceh sebagai Juara III Perencanaan Terbaik Tingkat Nasional. Diberikan di Jakarta oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana, pada April 2013.
4. Dari Menteri Dalam Negeri kepada. Gubernur Aceh atas Prestasi Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan Kategori Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Aspek Operasional Tahun 2013. Diserahkan Mendagridi Jakarta (14/6/2013).
5. “Kihajar Award” kepada Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah dariMenteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk kategori Kebijakandalam Pendayagunaan TeknologiInformasi dan Komunikasi (TIK)untuk Pendidikan yang diserahkan di Jakarta, (13/11/2013).
6. Pendidikan Inklusif (InclusiveAward) kepada Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atas Prestasi Memberikan Pendidikan kepada Anak Didik Berkebutuhan Khusus, diserahkan di Bali,(18/11/2013).
7. Abdi Bakti Tani bagi Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi di Bidang Pertanian dari Menteri Pertanian. Diserahkan di Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta, (29/ 11/2013). Penghargaan ini diberikan karena Pemerintah Zikir dinilai berhasil melakukan pembinaan dalam pembangunan pertanian. Salah satu buktinya adalah meningkatnya produksi gabah, kedelai dan jagung Aceh. Hal ini menjadi sumbangan secara nasional, yaitu membantu mengurangi ketergantungan impor jagung dan kedelai dari luar negeri.
8. Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Aceh Tahun 2013 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dengan predikat “Cukup Memadai”. Diserahkan di Istana Wapres Jakarta, (2/12/2013).
9. Juara III, dari Komisi Informasi Indonesia kepada Gubernur Aceh atas Keterbukaan Informasi Publik 2013, diserahkan oleh Wakil Presiden Budiono, di Istana Wakil Presiden Jakarta, (12/12/2013).
10. Adibakti Mina Bahari 2013 diberikan atas dasar peran aktif Gubernur Aceh dalam pembangunan kelautan dan perikanan di Aceh. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C Sutardjo di Ballroom Gedung Mina Bahari 3, Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, (9/12/2013).

Abu Zaini Abdullah sudah memberikan bukti kepada masyarakat Aceh bahwasannya Abu doto mampu menjadi Gubernur Aceh yang baik untuk Aceh. pada pilkada Aceh 2017 ini, Abu Doto mencalonkan diri kembali untuk melanjutkan membangun Aceh lebih modern, madani, sejahtera, dan damai.
Ayo masyarakat Aceh dukung Abu ZAINI ABDULLAH-NASARUDDIN agar Aceh menjadi provinsi yang unggul di Indonesia dan dikenal diseluruh Dunia. Insyaallah Abu ZAINI dan pak Nas akan membawa Aceh dan masyarakatnya dikenal dan dipuji oleh Dunia, dan mengharumkan nama Indonesia dan Aceh diseluruh penjuru Dunia.
untuk masyarakat Aceh jangan lupa pilih No.4 pada Pilkada 2017 nanti, jangan lupa ya. oh iya, jangan golput ya, pokoknya pilih No.4.
terimakasih, Assalamualaikum.
Sumber : politikaceh.co

Tuesday, 6 December 2016

Nasaruddin Bicara Target AZAN Jika Terpilih Memimpin Aceh


KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH-  Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 4, Nasaruddin mengungkapkan targetnya bersama Zaini Abdullah atau pasangan yang berakronim AZAN jika terpilih memimpin Aceh
Target tersebut terungkap ketika Nasaruddin ditanya oleh Pengurus Aisyiyah Kabupaten Aceh Singkil, Najmiati, disela menjadi pemateri pada rapat kerja wilayah pimpinan Aisyiyah Aceh, Jum’at malam 25 November 2016 di Gedung PPMG Lamlagang Banda Aceh.
Nasaruddin menyebutkan hal penting yang dilakukan AZAN adalah berkomitmen untuk mewujudkan suasana kehidupan masyarakat Aceh yang aman, tertib dan damai dalam koridor syari’at Islam
Untuk mewujudkan hal tersebut, target utama yang akan dilakukan pasangan AZAN adalah dengan menyempurnakan Infrastruktur di seluruh Aceh sebagai lanjutan pembangunan yang sudah dilakukan pada masa periode pertama Gubernur Zaini Abdullah
“Pembenahan Infrastruktur menjadi bagian dari target utama, setelah itu  AZAN akan konsen dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Nasaruddin
Lebih lanjut, pasangan AZAN juga menargetkan penyerapan tenaga kerja melalui pendirian industri Agro yang mengutamakan bahan baku lokal
“Pembenahan Infrastruktur dilanjutkan dengan pemberdayaan ekonomi melalui industri Agro akan menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat sekaligus berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Aceh,” jelas Nasaruddin yang meyakini target AZAN tersebut juga menjadi harapan seluruh rakyat Aceh.

Sumber : Klik Kabar

Satu Keluarga Satu Sarjana, Program Zaini Abdullah Jika Kembali Terpilih Jadi Gubernur


LANGSA - ‎Jika masyarakat mempercayai kembali Zaini Abdullah menjadi Gubernur Aceh lagi, maka setiap satu keluarga satu orang akan disarjanakan nantinya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Perencanaan dan Strategi Pemenangan Pasangan AZAN, Akhiruddin Mahjuddin, pada acara silaturahmi ‎AZAN dengan masyarakat Kota Langsa, Jumat (2/12) di aula Vitra Convention Hall Langsa‎.
Akhiruddin menuturkan, sebenarnya program ini sudah berjalan namun belum meluas. Artinya, masih berjalan di bawah baitul mal saja.
Jadi kedepan, kata Akhiruddin, bila terpilih kembali maka Abu Doto ‎sapaan Zaini Abdullah akan memperluaskan program tersebut sampai dibawah dinas pendidikan dan pihak ketiga.
Program satu keluarga satu sarjana ini merupakan salah satu ‎program yang diprioritaskan oleh Abu Zaini Abdullah, mengingat di Aceh banyak anak kurang mampu yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat perguruan tinggi, ungkap Akhiruddin.
Sumber : ajnn.net

Nasaruddin Ungkap Tujuan Awal Dibangunnya Bandara Rembele



BENER MERIAH - Bupati Aceh Tengah non aktif, Nasaruddin mengungkap tujuan awal dibangunnya Bandara Rembele yang terletak di Kabupaten Bener Meriah.
Nasaruddin mengatakan, saat itu Kabupaten Bener Meriah masih merupakan  bagian dari Kabupaten Aceh Tengah dengan Bupati, Mustafa M Tamy, Ketua DPRD Drs M Din AW dan dirinya sendiri sebagai Sekretaris Daerah.
Menurutnya, pimpinan daerah Aceh Tengah kala itu menggagas peruntukkan Bandara Rembele lebih utamanya  untuk pengiriman (cargo) hasil sumberdaya alam wilayah tengah Aceh dengan cepat ke luar daerah bahkan keluar negeri.
Hasil bumi tersebut terutama kopi, sayuran, buah-buahan, bunga, hasil kerajinan (industri kecil) dan hasil pertanian lainnya, disamping untuk transportasi penumpang penunjang wisata. 
"Wilayah tengah Aceh dianugerahi kesuburan tanah yang menghasilkan sayuran, buah-buahan dan bunga yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat di daerah lain bahkan di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia," ungkap Nasaruddin disela pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, Minggu (4/12).
Menurut Nasaruddin, ide awal pendirian Bandara Rembele ini harus kita wujudkan dengan usaha dan kerja keras kita semua. Bukan hanya hasil bumi dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, bahkan dari Gayo Lues dan Aceh Tenggara atau wilayah Aceh umumnya
Tentu saja hal ini kata Nasaruddin diperlukan upaya untuk mendorong para pihak yang terkait baik pemerintah maupun para pengusaha  agar proses pengembangan fungsi Bandara tersebut dapat terwujud. 
"Kami bersama bapak Zaini Abdullah bila dipercaya memimpin Aceh 2017-2022 berkomitmen untuk menjadikan Bandara Rembele sesuai dengan tujuan awal, yaitu diperuntukkan juga mengangkut hasil Bumi dari wilayah tengah Aceh, bukan hanya ke daerah lain, tapi juga ke luar negeri," kata Pak Nas
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Zaini Abdullah-Nasaruddin atau yang akrab disingkat AZAN tercatat memiliki fokus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembenahan infrastruktur transportasi dan membuka akses pasar untuk hasil bumi.
Sumber : ajnn.net

Bahas Pengelola Baitul Asyi, Syaikh Abdul Latif Undang Zaini Abdullah


BANDA ACEH - Syeikh Abdul Latif, pengelola Baitul Asyi Habib Bugak Mekah Almukarramah, mengundang Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk menghadiri acara makan malam. Kedatangan Abdul Latif ke Aceh membahas kelanjutan pengelolaan Baitul Asyi wakaf Habib Bugak di Mekah.
Zaini yang saat ini menjalani cuti kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2017 hadir berharap kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pengelola Wakaf Baitul Asyi terus berlanjut. Menurut Zaini, wakaf ini merupakan hal penting guna meringankan beban jamaah haji asal Aceh.
“Insya Allah, harta ini akan terus membawa berkah bagi umat,” kata Zaini Abdullah, Senin (5/12).
Pelaksana tugas Gubernur Aceh Soedarmo mengatakan masalah wakaf merupakan persoalan rumit. Ini kerap kali mengundang perdebatan karena harta yang dikelola terus mengalami perkembangan. Namun wakaf Habib Bugak Asyi ini berjalan terus setelah 200 tahun.
“Alhamdulillah, sejak tahun 2006 seluruh jamaah haji asal Aceh yang mencapai 3.000 orang per tahun telah mendapatkan bantuan dari deviden wakaf tersebut,” ujar Soedarmo.
Pada musim haji 2016, setiap jamaah haji asal Aceh bisa mendapatkan 1.200 riyal untuk uang saku atau setara Rp 4,6 juta. Wakaf Baitul Asyi adalah wakaf dari Habib Bugak Samalanga, seorang saudagar Aceh yang membeli sejumlah rumah di Mekah pada 1224 Hijriah (sekitar 1800 Masehi).
Rumah tersebut beliau hibahkan kepada jamaah haji atau pelajar asal Aceh yang menuntut ilmu di sana. Namun kemudian, tanah dari rumah-rumah tersebut terkena perluasan Masjidil Haram serta pembangunan hotel. Kini, jamaah haji Aceh menerima kompensasi berupa uang tunai.
Sumber : ajnn.net

Ulama dan Bupati Rocky Peusijuek Doto Zaini di Meuligoe


Banda Aceh – Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah dan Hj. Niazah A Hamid ditepung tawari (peusijuek) sebagai tanda syukur atas kepulangannya dari Tanah Suci, pada acara silaturrahmi dengan Bupati Aceh Timur, Hasballah Thaib dan Kepala SKPK Àceh Timur, Meuligoe Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/10) pagi.
Gubernur Zaini dan istri ditepung tawari (Peusijuek) langsung oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah Thayib alias Rocky. Selanjutnya diikuti oleh Abu Gurip yang merupakan Imum Syik Mesjid Agung Aceh Timur serta Abi Nawi Bunoet.
Hadir juga Abi Wi Gampong Jalan dan Wakil Ketua MUNA Aceh Timur, Tgk Alawuddin, Kepala Biro Umum Setda Aceh, T. Aznal Zahri dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, M. Ali Alfata.
Pada kesempatan itu, Doto Zaini menyampaikan informasi terkait pembangunan pemondokan jamaah haji Aceh di Mekkah yang dikelola Baitul Asyi. Saat ini jelasnya, pembangunan asrama haji untuk jamaah asal Aceh masih dalam tahapan pembangunan. Untuk itu lanjutnya, Jamaah asal Aceh yang menunaikan ibadah haji akan menerima uang sebesar 1200 ribu riyal sebagai kompensasi dari Baitul Asyi.
“Pemerintah Aceh akan mengundang pengurus Baitul Asyi untuk membahas lebih lanjut tentang Baitul Asyi dan Pembangunan tersebut,” kata Gubernur.
Baitul Asyi merupakan lembaga yang mengelola rumah dan tanah waqaf dari Habib Bugak Al-Asyi di sekitar Masjidil Haram, waqaf tersebut digunakan untuk membangun penginapan di sekitar Masjidil Haram. Namun karena mesjid itu kembali diperluas, penginapannya sementara waktu harus dipindahkan. Saat ini, pengelola Baitul asyi sedang membangun hotel baru untuk penginapan Jemaah Haji asal Aceh.
Sumber : Kanal Aceh

Foto : Syeikh Abdul Latif menugundang Zaini Abdullah makan malam







Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dr.Syeikh Abdul Latif Pimpinan pengelola Baitul Asyi Habib Bugak Mekkah Almukarramah mengundang dr.H.Zaini Abdullah pada acara makan malam di restoran pendopo Aceh. Adapun kunjungan Syeikh Abdul Latif ke Aceh untuk membahas kelanjutan tentang pengelolaan Baitul Asyi wakaf Habib Bugak, Senin (5/12). 


Sumber : Kanal Aceh

Datok Sri Zaini Abdullah pimpin DMDI Aceh


Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Tansri Muhammad Ali Bin Muhammad Rustam mengukuhkan pengurus DMDI Aceh yang dikomandoi Gubernur nonaktif Aceh, Zaini Abdullah di Anjong Mon Mata, Minggu (4/12) malam.
Dalam DMDI Aceh, Datok Sri Zaini Abdullah gelar yang didapatkan, mengatakan bangsa melayu memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Apalagi katanya, budaya melayu tersebut kental dengan nilai-nilai agama islam.
“Mulai dari perkawinan, adat penyambut tamu, kesenian. Kalau kita amati itu semua selama ini ada unsur-unsur islam,” kata Zaini Abdullah dalam sambutan.
Zaini Abdullah sebagai ketua umum DMDI Aceh periode 2016-2021 mengajak semua masyarakat Aceh untuk terus melestarikan melayu islam di Aceh. Kata Zaini, bukan tidak mungkin hal tersebut akan terkikis dari masyarakat melayu.
“Mari kita jaga ini semua. Kebudayaan melayu ini akan kita lestarikan sampai akhir zaman. Kebudayaan melayu ini adalah kebudayaan agama islam, kita lestarikan baik dalam bentuk seni budaya, pertemuan, seminar,” kata Zaini yang akan mencalonkan kembali menjadi Gubernur Aceh pada Pilkada 2017.
DMDI Aceh, kata Zaini Abdullah sangat mendukung DMDI Malaka yang banyak melahirkan kemajuan umat islam melayu selama ini. Apalagi, selama ini melayu islam selama ini sedang mengembangkan sayap selama ini se antero dunia.
“DMDI Aceh mengutuk keras atas segala tindakan pihak pemerintah Myanmar sekarang, yang melakukan pembunuhan, pemerkosaan…terhadap kelompok minoritas disana,” pungkas Zaini Abdullah. 
Sumber : Kanal Aceh