Judul
- AZAN News (122)
- Biografi (1)
- Kinerja ZAINI ABDULLAH (33)
- Kontroversi PILKADA (6)
- Tim Pemenangan AZAN (56)
Wednesday, 30 November 2016
Foto : Zaini Abdullah blusukan ke pasar dan RS di Lhokseumawe
Lhokseumawe – Pagi tadi Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah kembali melakukan blusukan ke pasar impres dan rumah sakit Cut Mutia kota Lhokseumawe, Rabu (3O/11).
Sumber : Kanal Aceh
Doto Zaini: Ekonomi Aceh semakin membaik
BANDA ACEH- Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menerima kunjungan Duta Besar Negara Uni Eropa (UE) Federico Failla, Dubes Italy, Thomas Smetanka Dubes Ceko, Georg Witchel Duber German, Oloof Skog, Duta Besar Uni Eropa serta beberapa delegasi UE lainnya di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (17/6).
Para duta besar Negara UE sedang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Aceh. Mereka banyak bertanya mengenai regulasi, Syariat Islam, pertumbuhan ekonomi, kesehatan dan pendidikan di Aceh.
“Saya sangat bahagia dengan kunjungan ini, semoga nantinya dapat berlanjut dan mendukung setiap kebijakan pemerintah Aceh, termasuk bidang pendidikan dan ekonomi,” ujar Gubernur.
Gubernur menjelaskan, bahwa saat ini focus pembangunan di Aceh meliputi bidang pemberdayaan manusia, kesehatan, pekembangan ekonomi, menjaga kelestarian hutan serta rekonstruksi.
Untuk bidang ekonomi, Pemerintah Aceh menegaskan Aceh terbuka bagi investor Asing. Gubernur mencontohkan semen Lafarge yang terletak di Lhok Nga Aceh Besar, mereka telah beroperasi cukup lama dan merasa nyaman berinvestasi di Aceh.
“Kami bekerja sekuat tenaga agar kondisi ekonomi Aceh semakin baik dari waktu ke waktu, untuk itu kami perlu dukungan dari semua pihak,”
“Tidak ada yang perlu diragukan, Aceh menerima investor dengan tangan terbuka,” pungkas Doto Zaini.
Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Aceh juga sangat peduli terhadap kelestarian Hutan di Aceh, hanya saja ia sangat khawatir tentang penambangan emas di daerah barat Aceh dan sebagian wilayah Pidie.
“Kami ingin perkembangan ekonomi tidak merusak kelestarian hutan di Aceh,” ujarnya.
Ir. Iskandar M.Sc. Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh juga menyampaikan hal serupa, bahwa Pemerintah Aceh mmebuka peluang sebesar-besarnya untuk investasi, misalnya kopi gayo, bidang peternakan, perkebunan dan berbagai bidang lainnya.
Sumber : Ajnn.net
Sekda Aceh: Gubernur Zaini Sangat Peduli dengan Pidie
![]() |
| Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan |
PIDIE - Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan mengatakan selama ini Pemerintah Aceh sangat peduli terhadap Kabupaten Pidie dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat berbagai pembangunan di bidang infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan akan terus dilaksanakan.
“Selama ini pak Gubernur Zaini Abdullah terus memberikan perhatian terhadap masyarakat dan khusunya untuk Kabupaten Pidie,” kata Sekda kepada wartawan usai melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan gedung terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli, Selasa (27/9).
Hingga akhir 2016, kata Dermawan, Pemerintah Aceh telah membantu pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar di wilayah Pidie dengan total anggaran mencapai Rp 200 miliar rupiah.
Selain itu, Pemerintah Aceh juga membangun, merehab dan meningkatkan beberapa embung dan waduk, antara lain pembangunan embung Blangpawod, dan Lhokseumani untuk anggaran tahun 2017 senilai Rp 3 miliar. Bahkan tahun 2017 juga berupaya melaksanaan pembangunan waduk rukoh dengan sumber dana APBN, senilai Rp 100 miliar.
“Pembangunan yang sedang dan sudah terealisasi ini bertujuan untuk meningkatkan sektor pertanian di Pidie,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan, pengembangan Masjid Agung Alfalah Sigli, Pemerintah Aceh telah menganggarkan dana sebesar Rp 20 miliar, dimana untuk tahap pertama Rp 10 miliar telah diserahkan, sementara sisanya akan diserahkan setelah pertanggungjawaban dana tahap pertama ini diselesaikan.
Sumber : Ajnn.net
Peduli dengan Aceh, Pilih Kembali Abu Doto Zaini
![]() |
| Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Zaini Abdullah-Nasaruddin |
Oleh: Ambo A. Ajis
“Ingat!, hanya tinggal menghitung hari, masa depan Aceh ditentukan dari telunjuk pemilih tetap di Pilgub Aceh Tahun 2017.”
Kutipan di atas, sekadar mengingatkan kita bahwa masa depan Aceh, sesungguhnya ada di ujung telunjuk yang bertinta demokrasi. Hanya, sebuah jari telunjuk yang menusuk kertas suara, dan, byar!! lahirlah pemimpin yang bernama Gubernur Aceh Periode 2017-2022.
Sungguh sederhana, dan tidak terlalu sulit untuk dipahami, bahwa perangkat demokrasi melalui pemilihan umum atau pencoblosan di bilik suara oleh pemilik suara (konstituen) tidaklah rumit, atau tidaklah sulit dan tiada berbeda dengan rutinitas kita sehari-hari. Misalnya, bangun subuh, salat subuh, lalu minum kopi, kemudian keluar rumah, lalu menyempatkan diri ke bilik suara dan mencoblos kertas suara, dan ‘trap! … dan, tidak lama kemudian, pekerja quick qount merilis calon pemenang, dan, seseorang di luar sana sudah diperkirakan menjadi Gubernur Aceh periode 2017-2022. Sederhana bukan…Tetapi benarkah sesederhana itu?
Secara alamiah, bisa jadi sangat sederhana, karena rutinitas pencoblosan bukanlah perkara istimewa. Sebagai bangsa Indonesia, kita telah berulangkali melakukan rutinitas pemilu, baik itu untuk memilih presiden, gubernur, bupati atau wali kota. Lain lagi, pemilu legislative (wakil rakyat), pemilihan geuchik, juga kepala lorong, pemilihan tuha peut, dan sebagainya. Artinya, soal pencobolasan baik di musim pemilihan, nyatanya bukan hal yang istimewa.
Tetapi, cobalah melihat pemilihan kali ini (pemilu gubernur Aceh) dalam kacamata masa depan. Bahwa, akan sungguh celaka jika, Gubernur Aceh yang terpilih, nyatanya tidak memiliki kemampuan menjadi seorang gubernur yang bekerja untuk rakyatnya. Mengapa celaka, karena kita harus menunggu lima tahun lagi untuk mengubah situasi yang sudah terlanjur membuat derita tersebut. Barangkali, di titik inilah, perlunya keseriusan dari seluruh pemilik suara di Aceh untuk memahami benar, seperti apa kemampuan calon-calon gubernur Aceh tahun 2017-2022.
Memilih Abu Doto Zaini Abdullah sebagai gubernur adalah pilihan yang tepat. Sebagai seorang berlatar belakang dokter yang memahami anotomi dan pikiran manusia, beliau teruji dengan baik. Sebagai seorang pejuang yang memperjuangkan harkat kemanusiaan bangsa Aceh, sudah terbukti dari rekam jejak dan pengalaman beliau. Sebagai seorang politikus Gerakan Aceh Merdeka yang dipercaya Yang Mulia Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro yang tumbuh dan memaksimalkan dirinya sebagai pelobi tingkat tinggi GAM, telah terbukti sebagaimana sejarah mencatat kemampuan beliau. Sebagai seorang mentero GAM yang sangat piawai berkomunikasi nasional dan internasional, tak terbantahkan.
Dan, apabila ada orang yang yang hendak menghitung kontribusi Abu Doto “AZAN” dalam mendamaikan Aceh-Indonesia, sungguh, saya kira tak akan bisa menjangkau angka-angka kontribusinya walau dihitung alat modern setingkat kalkulator atau computer sekalipun.
Ketahuilah, kemampaun Abu Doto “AZAN” sesungguhnya tidak lepas dari bimbingan dan kepercayaan besar dari Yang Mulia Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro. Dan meskipun posisi beliau istimewa dalam diri Yang Mulia Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro, tidaklah mengurangi rasa hormat dan sikap bersahajanya dalam menerjemahkan perintah-perintah Yang Mulia Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro di lapangan politik dan lapangan social budaya.
Bagi seorang Abu Doto, loyalitas kepada Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro bersifat mutlak dan tidak bisa terbayarkan. Ini adalah sikap tulus seorang pejuang kepada guru sekaligus pembimbing ideologis. Dan, barangkali tidaklah berlebihan jika kita menyebut Abu Doto sebagai salah satu anak ideologis dari Wali Nanggroe Muhammad Hasan di Tiro.
Kepemimpinan Abu Doto Zaini Abdullah selama menjadi Gubernur Aceh tahun 2012-2017, berhasil membuka mata rakyat Aceh, dimana anak ideologis Hasan di Tiro ini mampu membangun bangsanya. Kecintaannya kepada Aceh di wujudkan melalui program-program kemasyarakata dan pembangunn yang mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh semakin hari semakin baik. Trend positif Aceh hari ini, menunjukan semakin banyak warga Aceh yang mampu memperkuat ekonomi keluarganya, semakin ada peluang menikmati dunia pendidikan, semakin baiknya infrastuktur jalan, jembatan, irigasi dan sektor-sektor ekonomi lainnya. Demikian juga keberpihakan Abu Doto terhadap nasib buruh, masyarakat pesisir (nelayan, petambak garam dan sebagainya) juga kepada tenaga honorer yang diperjuangkan menjadi PNS adalah bukti nyata Abu Doto bekerja untuk rakyat Aceh.
Sungguh, akan sangat disesalkan, jika rakyat Aceh, selaku pemilik suara, ternyata meninggalkan Abu Doto dalam pemilihan Gubernur Aceh tahun 2017 nanti. Yang saya yakini menjadi sebuah penyesalan yang akan menyakiti sejarah ingatan kita. Mengapa, karena Abu Doto yang mampu telah dan membuktikan diri mampu bekerja keras berpuluh tahun untuk mengembalikan hak-hak orang Aceh, baik itu dari kalangan GAM, kalangan sipil maupun kalangan lain yang terkena imbas konflik, ternyata tega meninggalkan Abu Doto “ternyata “dikhianati” oleh mereka yang sudah diperjuangkannya.
Tetapi, agak melegakan bahwa ada antusiasme masyarakat Aceh hari ini di Lhokseumawe, Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Abdya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Subulussalan, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang, kepada Abu Doto. Sebuah antusiasme yang kita harapkan adalah kejujuran, kemauan, keinginan untuk menjadi basis suara pasti Abu Doto yang mendukungnya melanjutkan pembangunan Aceh 2017-2022.
Insyaallah, jika Abu Doto Zaini Abdullah dan Wakilnya Nasruddin terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017-2022 kelak akan terus menjawab kebutuhan rakyat Aceh sekaligus memastikan Aceh mendapatkan kejayaannaya melalui program-programnya yang pro rakyat Aceh. Wallahu A’lam bishawab.
Penulis adalah pemerhati sosial politik di Aceh
Sumber : Ajnn.net
Tokoh 76 dan Pengusaha Pidie di Bireuen Siap Menangkan Zaini Abdullah
BIREUEN - Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersilaturahmi dengan masyarakat Pidie yang bermukim di Kabupaten Bireuen. Silaturahmi itu berlangsung di Warung Kopi Bireuen Partee, Senin (28/11) malam.
Masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan para pengusaha-pengusaha asal Pidie yang berhijrah ke Bireuen.
Mansur salah satu diantara pengusaha-pengusaha tersebut mengatakan siap untuk memenangkan pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin (AZAN) pada Pilkada 2017 mendatang.
"Kami semua siap menangkan kembali Zaini Abdullah untuk melanjutkan menjadi Gubernur Aceh. Kiban sepakat ?," tanya Mansur ke masyarakat yang hadir. "Sepakat," sontak massa yang hadir kurang lebih berjumlah 500 orang itu.
Sebelum bertolak ke Bireuen Partee, Abu Doto—sapaan Zaini Abdullah--juga sempat bersilaturahmi dengan tokoh 76 Aceh. Bahkan Gubernur Aceh non aktif ini juga sempat makan malam bersama dengan tokoh tersebut di salah satu warung makan di Bireuen.
Tokoh 76 merupakan para tokoh perjuangan yang manjadi pelopor pegerakan di Aceh pada 1976-1990.
"Tadi kita berbicara terkait tim pemenangan, dari gampong, kecamatan, kita memperkuat itu," kata Teuku Nurdin salah satu tokoh tersebut.
Sumber : Ajnn.net
Foto Zaini Abdullah Silaturahmi dengan Pengusaha Pidie di Bireuen
BIREUN - Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersilaturahmi dengan masyarakat Pidie yang Ada di Kabupaten Bireun. Silaturahmi itu berlangsung di Warung Kopi Bireuen Partee, Senin (28/11) malam. Masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut merupakan para pengusaha-pengusaha asal Pidie yang berhijrah ke Bireuen.
Sumber : Ajnn.net
Masyarakat Pidie di Bireuen siap memenangkan Zaini Abdullah
Bireuen – Tokoh dan masyarakat asal Pidie yang berada di Bireuen mendukung penuh Cagub Aceh, Zaini Abdullah. Penegasan itu disampaikan oleh para masyarakat di sebuah warkop di Bireuen, Senin (28/11) malam.
Para masyarakat itu, terdiri dari para pengusaha yang hijrah ke Bireuen, dan lainnya.
Mansur yang mewakili masyarakat, menegaskan pihaknya siap memenangkan pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin (AZAN) pada Pilkada Aceh 2017.
“Kami semua siap memenangkan kembali Abu Doto sebagai Gubernur Aceh 2017,” pekiknya yang disambut tepuk tangan oleh 500-an massa yang hadir.
Sebelum bertemu dengan masyarakat Pidie, Zaini Abdullah mengukuhkan tim pemenangan AZAN Bireuen dan bersilaturrahmi dengan eks kombatan GAM angkatan 76.
Jubir AZAN, Fauzan Febriansyah mengatakan selama Zaini Abdullah menjabat sebagai Gubernur Aceh, banyak turunan UUPA yang telah direalisasikan.
“Seperti peraturan soal Migas Aceh yang telah bisa dikelola oleh masyarakat Aceh sehingga dibentuknya BPMA, dibentuknya Badan Pertanahan Aceh, dan paling penting membentuk lembaga KKR untuk mengungkapkan kasus pelanggaran HAM berat di Aceh.
Selain itu, Zaini juga mengkonversi Bank Aceh menjadi syariah, membuat peraturan tentang moratorium tambang dan penanaman kelapa sawit, dan sebagainya.
“Majunya Zaini Abdullah karena keberpihakannya kepada generasi masa datang,” kata Fauzan.
Sumber : Kanal Aceh
Nyan ABU DOTO kah geujak wet-wet lam peukan Pante Tengoh Pidie
PIDIE - Calon Gubenur Aceh Zaini Abdullah blusukan ke Pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Kedatangan Zaini disambut hangat masyarakat di pasar itu.
Sumber : Ajnn.net
Tiba di Aceh Utara, Zaini Abdullah disambut salawat dan dipesijuek
![]() |
| Zaini Abdullah dan Niazah A Hamid dipesijuek oleh ulama di kantor AZAN Aceh Utara, Rabu (30/11). |
Lhoksukon – Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah telah tiba di rumah pemenangan AZAN Aceh Utara yang berada di Desa Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (30/11).
Zaini yang datang bersama istri, Niazah A Hamid dan rombongan sekira pukul 14.35 WIB tersebut disambut oleh bacaan salawat dan pengalungan bunga.
Selain itu, kedatangan gubernur non aktif tersebut beserta istrinya itu dipesijuek (tepung tawari) oleh ulama.
Pantauan Kanalaceh.com, terlihat seribuan massa pendukung sudah hadir di acara itu.
Kedatangan Zaini itu dalam rangka pengukuhan tim pemenangan AZAN Aceh Utara dan se-kecamatan yang di kabupaten tersebut.
Untuk diketahui, Zaini Abdullah akan maju bersama Nasaruddin pada Pilkada Aceh tahun 2017.
Sumber : Kanal Aceh
Tuesday, 29 November 2016
Kampanye dialogis di Lhokseumawe, Zaini berjanji lanjutkan program
![]() |
| Kampanye dialogis Zaini Abdullah dengan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Selasa (29/11). |
Lhokseumawe – Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melanjutkan kampanye dialogis. Kali ini kampanye itu dilakukan di Kota Lhokseumawe di rumah pemenangan AZAN setempat, Selasa (29/11).
Zaini Abdullah dalam orasi politiknya mengatakan bahwa, ia ingin sekali memajukan Aceh seperti dahulu pada zaman Iskandar Muda.
“Dulu Aceh sangat jaya dan gagah. Maka saya ingin mengembalikan marwah Aceh,” katanya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.
Zaini menambahkan, selama di dalam perdamaian lebih dari 10 tahun ini, sudab banyak yang didapatkan dari hasil perjuangan.
“Salah satunya, di Aceh berhak mendirikan partai lokal,” ujar Zaini.
Zaini yang maju melalui jalur independen dengan nomor urut 4 pada Pilkada Aceh 2017, menegaskan akan melanjutkan kembali program-program yang telah dibuatnya pada periode lalu.
“Seperti pembangunan untuk rumah kaum dhuafa, pendidikan akademik dan agama, pembangunan infrastruktur, bidang pertanian, dan masih banyak lainnya,” sebutnya.
Masyarakat yang banyak dihadiri oleh kaum ibu tersebut, Zaini menceritakan ia sudah membuat Pergub tentang Cuti Hamil selama 6 bulan. “Ini sudah mendapatkan respon sangat baik dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Ia mengungkap alasan terpilihnya Nasaruddin sebagai wakilnya, adalah karena ia mempunyai keahlian, juga bagian dari masyarakat wilayah tengah Aceh.
“Apalagi Pak Nas (panggilan Nasaruddin) sangat ahli di bidang pertanian,” ungkapnya.
Zaini Abdullah Terus Berupaya Meningkatkan Ekonomi Aceh
BANDA ACEH – Geubernur Aceh Zaini Abdullah dalam Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan tahun 2016 mengaku akan terus melakukan berbagai upaya yang bisa menguatkan ekonomi Aceh saat ini.
“Kita bisa memanfaatkan peluang yang ada di Aceh saat ini, sehingga masyarakat ekonomi asean mampu memberikan harapan baru bagi keuangan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi di Aceh”, ujar Zaini, Selasa malam (17/2) di Anjong Mon Mata.
Zaini Menambahkan, kebijakan yang mengatur perdagangan bebas di Indonesia sudah terbentuk sejak Desember 2015 lalu, dengan berlakunya kebijakan tersebut sehingga menimbulkan persaingan bisnis baru di Indonesia terutama di Aceh.
Doto Zaini--Sapaan Zaini Abdullah--mengajak semua pihak di Aceh baik lini pemerintahan maupun elemen masyarakat agar mampu membangun kerja sama yang baik sehingga daya saing di Aceh pada era ekonomi Asean ini mampu terlaksana dengan baik.
Seperti sektor perbankan dan lembaga otoritas keuangan negara, kini berencana menyusun perangkat integrasi perbankan Asean yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih optimal kepada dunia usaha jasa keuangan di Aceh.
“Jika pertumbuhan ekonomi di Aceh tidak membaik maka secara otomatis jasa keuangan yang ada di Aceh akan sulit bersaing di tingklat Asean” tegas Zaini.
Jika dilihat secara global ekonomi di Aceh saat ini cukup besar dalam memberikan kontribusi di sektor Migas, pada tahun 2015 ekonomi Aceh jauh lebih membaik dan meningkat jika dinbanding dengan tahun 2014.
Meski begitu Pemerintah Aceh tetap bekerja lebih keras lagi guna terus mendorong ekonomi Aceh agar lebih membaik lagi.
Hal itu tentu dilakukan dengan mengundang dan menggerakkan investasi dari berbagai sektor selam ini di Aceh, pemerintah kini membuka kesempatan besar di Aceh untuk inverstor agar berinvestasi di berbagai sektor unggulan di Aceh seperti industri pariwisata, infrastruktur, energi, dan pertambanagan serta komoditas juga perdagangan.
“Segala bentuk perizinan terkait investasi akan kita permudah tidak boleh ada pengutiapan apapun terkait perijinan itu, kita akan terus memantau, jangan ada lagi oknum yang bermain sehingga investor enggan bebisnis di Aceh,” kata Zaini.
Juga nantinya pemerintah Aceh akan kembali membangun infrastruktur di daerah seperti membangun jalan sehingga dapat menghubungkan antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga masyarakat juga merasakan dampak dari pembangunan itu sendiri.
“Nanti kita juga bangun pelayanan public seperti sekolah dan rumah sakit di setiap daerah terpencil, karena selama ini daerah yang terisolir susah mendapat akses di sektor itu,”katanya.
Sumber : http://www.ajnn.net/news/zaini-abdullah-terus-berupaya-meningkatkan-ekonomi-aceh/index.html
Jaringan Perempuan Aceh Dukung Zaini Abdullah sebagai Calon Gubernur
BANDA ACEH – Sekelompok perempuan yang memiliki konsentrasi di bidang pendidikan dan kesehatan yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Aceh mendukung Zaini Abdullah sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017.
Cut Erna, Koordinator Jaringan Perempuan mengatakan, pencalonan Abu Doto--sapaan Zaini Abdullah sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 telah memberikan angin segar kepada Aceh.
"Saya pikir Abu kembali ke kursi gubernur yang kedua kalinya, bisa membawa angin segar. Apalagi saya melihat program yang ditawarkan sangat luar biasa dan menyeluruh," kata Cut Erna, Sabtu (20/2).
Cut Erna juga mengaku sudah menawarkan beberapa program menyangkut perempuan yang akan dimasukkan dalam program Doto Zaini itu. "Program sudah diterima oleh Ketua Tim Pemenangan Zaini Abdullah yaitu Sayed Mustafa Usab," jelasnya.
Ketika ditanyai kenapa memberikan dukungan kepada Zaini Abdullah, Cut Erna mengatakan, Zaini Abdullah memiliki sifat yang mengayomi dan itu yang membuat dirinya simpati. "Abu ini sifatnya orangnya mengayomi. Dan dengan kepiawaian dan gayanya yang santun membuat kita simpati," terang Cut Erna.
Sumber : http://www.ajnn.net/news/jaringan-perempuan-aceh-dukung-zaini-abdullah-sebagai-calon-gubernur/index.html
Keuchik Barat Selatan Serahkan 25 Ribu KTP Dukungan untuk Zaini Abdullah
BANDA ACEH – Ratusan keuchik dari pantai barat selatan Aceh menyerahkan 25 ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai dukungan kepada dr Zaini Abdullah untuk mencalonkan diri kembali menjadi gubernur pada pilkada 2017 mendatang.
Dukungan tersebut diberikan para keuchik dari kebupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan kabupaten Simeulue, yang diserangkan lansung secara simbolis oleh perwakilan keuchik kepada Zaini Abdullah di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Selasa (15/3).
Pada kesempatan itu, Tgk Wanda yang mewakili Keuchik Aceh Jaya mengatakan penyerahan KTP secara simbolis itu sebagai dukungan yang diberikan oleh masyarakat barat selatan kepada Zaini Abdullah dari masyarakat barat selatan.
"Kami sudah bertekat bulat untuk mendukung Doto Zaini Abdullah menjadi gubernur Aceh di masa yang akan datang, mulai saat ini kita akan terus bekerja untuk memenangkan Zaini Abdullah menjadi gubernur Aceh Priode 2017 - 2022, " katan Tgk Wanda psaat memberikan sambutannya.
Hal serupa juga disampaikan Tgk Muksin perwakilan keuchik dari kabupaten Nagan Raya. menurutnya Gubernur Aceh Zaini Abdullah selama ini telah merealisasikan berbagai janji – janji politiknya.
"Oleh karena itu, ke depan akan mempercayakan kembali Zaini Abdullah untuk melanjutkan pembangunan Aceh, menjadi gubernur priode 2017-2022," kata Muksin
"Kita akan berkerja untuk memenangkan Zaini Abdullah pada pilkada yang akan datang," tambahnya.
Pada kesempatan itu Zaini Abdullah merasa terharu dengan kedatangan para Keuchik dan memberikan dukungan kepadanya. Menurutnya itu sebagai hubungan emosional yang membuat bersatu.
"Sebagai titik temu antara saya sendiri yang telah dituakan mendapat kepercayaan dari masyarakat Aceh. Karena tanpa itu saya tidak mungkin bekerja sendiri untuk membagun Aceh. Tanpa dukungan penuh dari masyarakat tentu tidak dapat melanjutkan kepemimpinan yang kedua," katanya.
Zaini Abdullah mengucapkan terimakasih yang setinggi tingginya kepada masyarakat barat selatan yang telah memberikan dukungan.
"Mudah mudahan kedepan dapat semakin kuat untuk tujuan membangun Aceh yang kita cintai ini karena Aceh yang akan datang bergantung kepada kita semua," tuturnya.
Sumber : http://www.ajnn.net/news/keuchik-barat-selatan-serahkan-25-ribu-ktp-dukungan-untuk-zaini-abdullah/index.html
Visi Pembangunan Zaini Abdullah Nyata Dirasakan Masyarakat
BANDA ACEH - Majelis Tuha Pidie (Mahadi) akan segera hadir di Banda Aceh. Lembaga ini dibentuk sebagai salah satu upaya untuk memenangkan Zaini Abdullah sebagai Gubernur Aceh pada Pemilhan Kepala Daerah 2017.
"Kami siap bekerja untuk memenangkan Zaini Abdullah kembali menjadi Gubernur Aceh,” kata Koordinator Mahadi Wilayah Pidie, Askin RE, kepada AJNN, Selasa (14/3).
Askin mengatakan Abu Doto--nama panggilan Zaini Abdullah--adalah sosok yang dibanggakan. Hal ini tercermin dari sifat dan tanggung jawabnya terhadap amanah Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 tahun 2006 tentang kewenangan Aceh.
Sejumlah upaya Abu Doto, kata Askin, memberikan perbedaan pada pemerintahan Aceh. Satu di antaranya adalah keberhasilan mendorong kewenangan minyak dan gas Aceh yang saat ini telah memiliki aturan turunan.
Keberadaan undang-undang ini memberikan porsi lebih besar kepada masyarakat Aceh untuk menikmati hasil kekayaan alam. Undang-undang ini menjadi alat pembentukan Badan Pengelolaan Minyak dan Gas Aceh (BPMA). Badan ini bakal diisi oleh putra-putri terbaik Aceh di bidang perminyakan.
Selain itu, dilihat dari silsilah keturunannya, Abu Doto adalah anak dari salah seorang ulama Aceh bernama Tengku Abdullah Trubeu. Tak heran jika sosok ini terlihat sangat santun dan memiliki pemahaman tentang Islam dan ajarannya.
Ketegasan dan keberanian Abu Doto mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi ke Aceh juga menjadi terobosan dalam pemberantasan korupsi yang semakin marak di Aceh. Abu Doto mendorong fungsi supervisi yang selama ini memang memang tengah dilakukan oleh tiga lembaga penegakan hukum: KPK-Kepolisian-Kejaksaan.
“Sangat jelas bahwa Abu Doto membangun pemerintahan Aceh yang bersih dan transparan. Akuntabel dan memiliki program kerakyatan yang jelas,” kata Askin.
Sebagai salah seorang yang bertanggung jawab dan berperan dalam proses perdamaian Aceh, Askin menilai selayaknya Abu Doto menuntaskan pekerjaan rumah yang belum tuntas, yang menjadi bagian penting dalam perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka.
"Ini kami lakukan sebagai bentuk tanggungjawab moral kami," ujar Askin. Mahadi berdiri sejak sejak 2011. Di awal pembentukannya, lembaga ini menggelar sejumla diskusi dan kajian nilai-nilai islami dan keacehan. Organisasi ini dipimpin oleh Mursal sebagai koordinator presidium. Organisasi ini berkantor pusat di Banda Aceh.
Sumber : http://www.ajnn.net/news/visi-pembangunan-zaini-abdullah-nyata-dirasakan-masyarakat/index.html
Barisan Muda: Doto Zaini Harus Menang untuk Melanjutkan Pembangunan
BANDA ACEH - Relawan Barisan Muda Zaini Abdullah mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk merapatkan barisan dalam rangka memenangkan pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang.
Ketua Barisan Muda, A Khattil, dihadapan relawan Pelajar dan mahasiswa Pidie memaparkan kalau kalangan muda sangat berperan untuk pemenangan Aaini Abdullah ke depan.
Barisan Muda akan membentuk relawan hingga ke tingkat desa, bahkan secara kalkulasi sudah membentuk lima orang mahasiswa setiap gampong di kali 730 Gampong di Pidie, dengan total 3.650 mahasiswa yang siap bekerja untuk pemenangan Doto zaini Abdullah dan Nasaruddin.
"Kami berharap nanti setiap gampong ada mahasiswa relawan kita, sehingga dalam bekerja untuk pemenangan lebih mudah dan terarah. Kita hanya fokus pada pemilih pemula pelajar dan mahasiswa," ungkapnya.
Untuk masyarakat biasa, kata Khattil, sudah ada tim Pemenangan dari induk. Sehingga nantinya bisa bersinergi dalam pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin.
"Kami berharap nanti setiap gampong ada mahasiswa relawan kita, sehingga dalam bekerja untuk pemenangan lebih mudah dan terarah. Kita hanya fokus pada pemilih pemula pelajar dan mahasiswa," ungkapnya.
Untuk masyarakat biasa, kata Khattil, sudah ada tim Pemenangan dari induk. Sehingga nantinya bisa bersinergi dalam pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin.
Zaini Abdullah Maju untuk Melanjutkan Pembangunan Aceh
BANDA ACEH – Ketua Tim pemenangan Zaini Abdullah, Sayed Mustafa Usab menyampaikan keinginan Doto Zaini maju kembali sebagai Gubernur Aceh pada pilkada 2017 untuk melanjutkan pembangunan kembali di Aceh serta menuntaskan turunan Undang-Undang Pemerintah Aceh.
Menurutnya masih banyak turunan dari UUPA yang belum tuntas dilakukan selama pemerintahaan Zaini selama ini. Dan itu memerlukan kerja keras serta waktu yang panjang dalam menyelesaikan itu semua.
"Begitu juga untuk mengawal pembangunan yang telah dijalankan selama ini,” kata Sayed Mustafa saat dijumpai wartawan di salah satu warung kopi di Lamnyong, Banda Aceh, Kamis (4/2).
Namun, kata Sayed dirinya belum bisa memastikan siapa yang akan dipilih Zaini Abdullah sebagai wakilnya nanti. Untuk saat ini, Zaini Abdullah sedang melakukan surve dalam menentukan pendamping dirinya.
"Pasangan wakil belum ada, tapi menurut informasi untuk wakil sedang dilakukan survei secara internal,” kata Sayed Mustafa.
Sumber :http://www.ajnn.net/news/zaini-abdullah-maju-untuk-melanjutkan-pembangunan-aceh/index.html
Doa Kaum Ibu untuk Kemenangan Zaini Abdullah
LHOKSEUMAWE - Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melakukan kampanye dialogis di Kota Lhokseumawe, Selasa (29/11). Sekira seribu orang massa yang didominasi ibu-ibu.
Usai menyampaikan orasi, Zaini Abdullah menyambangi massa. Para massa itu ikut mengangkat tangan mereka, yang menunjukkan angka empat merupakan nomor pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin pada Pilkada 2017 mendatang.
Ada yang unik ketika itu. Salah seorang ibu ibu yang mendekat kepada Zaini, dan mendoakan Abu Doto--sapaan Zaini Abdullah--menang kembali menjadi Gubernur Aceh pada pilkada nanti.
"Kami doakan Abu Doto menang lagi menjadi gubernur," kata seorang ibu yang tak diketahui namanya, sembari menyalami Zaini Abdullah usai acara kampanye dialogis tersebut.
Kepada Zaini Abdullah, ibu tersebut meminta, jika nantinya Abu Doto memimpin Aceh kembali keua kalinya, agar dia mendapatkan bantuan rumah dhuafa. Karena pada bantuan yang selama ini dia belum mendapatkannya. Padahal dia sangat membutuhkan itu
Sementara itu, ketika orasi Zaini Abdullah juga menyebutkan tentang bantuan rumah kaum dhuafa. Kurang lebih 14 ribu rumah dhuafa sudah dibangun, namun jika masyarakat belum mendapatkannya, kata Zaini laporkan dan buat sesuatu dalam bentuk proposal.
"Insyaallah kita akan lanjutkan kembali program pembangunan rumah kaum dhuafa itu. Pilih nomor empat buk. Doakan kami menang," kata Abu Doto.
Monday, 28 November 2016
Zaini Abdullah Bersilaturahmi dengan Tu Sop
![]() |
| Zaini Abdullah melakukan pertemuan dengan Calon Bupati Bireun, Tu Sop |
BIREUN - Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melakukan pertemuan dengan Calon Bupati Bireun, Tgk H. Muhammad Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop, di Dayah Babussalam Al Aziziyah, Jeunib, Bireun, Senin (28/11).
Dalam pertemuan tersebut Zaini Abdullah ikut didampingi oleh Penasehat Tim Pemenangan Pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin, Tgk Muzakkir Hamid, Juru Bicara AZAN, Fauzan Febriansyah, dan beberapa anggota tim pemenangan AZAN lainnya.
Dalam pertemuan itu, keduanya terlihat membahas tentang perkembangan Kabupaten Bireun selama ini, dan Aceh. Selain itu mereka membicarakan terkait perkembangan terhadap kesiapan masing-masing Tim AZAN selama ini.
Zaini Abdullah juga menyampaikan beberapa kebijakan yang sudah dibuat selama ini seperti Peraturan Gubernur (Pergub) tentang ASI Ekslusif, dan penandatangi terkait upaya pengusutan pelanggaran HAM di Aceh, yaitu Qanun KKR dan melantik Komisioner KKR Aceh.
Usai pertemuan, Tu SOP juga mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi dirinya dengan Zaini Abdullah. Tu SOP mengakui mereka sudah berteman sudah sangat lama. Katanya, siapa yang berniat baik maka akan dia beri dukungan.
"Siapa yang berniat baik pasti kita dukung. Saya sudah berteman baik dengan beliau, waktu pertama (Zaini Abdullah) pulang ke Aceh disini nginap, setelah (MoU Helsinki) dulu," kata Tu Sop.
Gaminong AZAN Peringati Bulan Menanam Pohon
BANDA ACEH - Peringatan bulan menanam pohon diperingati secara sederhana oleh sayap relawan pemenangan Zaini Abdullah-Nasaruddin, Gaminong AZAN.
Ketua umum Gaminong AZAN, Florensa mengatakan, dalam memperingati hari menanam pohon, pihaknya melakukan penanaman sejumlah pohon di depan kantor relawan dan di sejumlah titik di pinggir jalan raya.
Tujuan dari penanaman pohon yang dilakukan pihaknya hanya sebagai pengingat bahwa keberlangsung hidup umat manusia sangat tergantung pada ketersediaan oksigen dan juga daya dukung lingkungan.
"Tidak banyak pohon yang kami tanam, namun ini hanya sebagai pengingat agar pihak lain juga melakukan hal yang sama," katanya.
Sementara itu, Fauzan Febriansyah, juru bicara AZAN menambahkan, dalam rangkaian peringatan bulan menanam pohon, pihaknya akan melakukan penanaman pohon di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, dan pada puncaknya, nanti pada 26 Desember 2016, calon Gubernur Aceh dari pasangan AZAN, Zaini Abdullah akan melakukan penanaman pohon manggrove di Aceh Tamiang.
"Zaini sangat komit dalam penyelamatan lingkungan dan menjaga hutan Aceh," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

































