Wednesday, 23 November 2016

Zaini Abdullah: Indonesia Tidak Boleh Melupakan Gayo


Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah saat menghadiri halal bi halal masyarakat Gayo Se-Jabodetabek di TMII, Jakarta, Sabtu (7/8). 

JAKARTA - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh melupakan dataran tinggi Gayo dan warganya yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Zaini dalam acara silaturrahmi dan halal bi halal masyarakat Gayo se-Jabodetabek, Sabtu (6/8) malam. Zaini menyebutkan dari dataran tinggi Gayo, Aceh wilayah tengah, dikumandangkan bahwa Indonesia masih ada ketika terjadi agresi militer Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.
"Melalui suara-suara pejuang dari dataran tinggi Gayo yang disiarkan Radio Rimba Raya, dunia mengetahui bahwa Indonesia masih ada dan berdaulat," ujar Zaini yang turut didampingi Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin serta beberapa tokoh Gayo yang hadir.
Lebih lanjut Zaini mengatakan, oleh karena besarnya peran dataran tinggi Gayo dan Aceh secara umum dalam pergerakan dan mempertahankan kemerdekaan sehingga Presiden Soekano menyebut Aceh sebagai Daerah Modal.
Radio Rimba Raya berperan sangat besar terhadap kelangsungan pemerintahan Republik Indonesia. Pada saat itu Belanda telah menguasai ibukota pemerintahan Indonesia. Dan mengumumkan lewat radio Hilversum (milik Belanda) kepada dunia, bahwa Negara Indonesia tidak ada lagi. Tapi dengan suara yang sayup lantang dari Dataran Tinggi Tanah Gayo, Radio Rimba Raya membatalkan berita tersebut dan mengatakan bahwa Indonesia masih ada.
"Sejarah ini perlu terus diingat, agar perhatian terhadap wilayah Gayo dan Aceh secara umum mendapat prioritas dalam kesinambungan pembangunan," tegasnya.

No comments:

Post a Comment