BANDA ACEH - Terkait pembangunan kesejahteraan rakyat, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan tujuh permohonan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan itu disampaikan pada pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6, Jumat (29/9).
“Kami berharap pada Presiden Indonesia secara berkelanjutan menaruh perhatian terhadap permasalahan Aceh yang masih perlu diselesaikan bersama,” kata Zaini.
Kata Zaini pembangunan Aceh masih sangat membutuhkan sentuhan pemerintah pusat. Di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pariwisata dan berkelanjutan perdamaian.
Setidaknya ada tujuh permasalahan yang disampaikan Gubernur Aceh kepada SBY pada saat itu.
Pertama, bidang pendidikan. Gubernur berharap Presiden berkenan mendukung penegerian beberapa perguruan tinggi di Aceh seperti Universitas Almuslim Bireuen, Universitas Teuku Umar Aceh Barat, Universitas Gunung Leuser Aceh Tenggara dan Politeknik Venuzuela Aceh Besar.
“Kami juga berharap Bapak Presiden memberikan dukungan percepatan pembangunan Politeknik Bireuen,” katanya.
Kedua, bidang kesehatan. Meski mengakui program nasional belum sepenuhnya berjalan di Aceh, Pemerintah Aceh kata Zaini terus berupaya meningkatkan salah satu lewat program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
“Kami ucapakan terima kasih yang tak terhingga pada Presiden yang telah mendukung pembangunan rumah sakit di sejumlah Kabupaten Kota,” ujarnya.
Ketiga, pengentasan kemiskinan. Dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi, Gubernur Zaini berharap perhatian lebih besar diberikan oleh Presiden.
“Oleh sebab itu kami berharap program pengentasan kemiskinan nasional bisa diperbanyak di Aceh. Kami juga meminta bantu untuk membangun rumah dhuafa dan rumah korban konflik sejumlah 5 ribu unit,” tambahnya.
Keempat, pembangunan wilayah tengah. Guna membuka hubungan Aceh wilayah tengah dengan wilayah lain di Indonesia pengembangan Bandara Rembele Aceh Tengah dan dibutuhkan. Bandara itu sangat bisa membantu transportasi udara dari dan ke tanah Gayo. Kata Gubernur Zaini jika bandara Rembele dikembangkan tentu akan sangat membantu perekonomian di wilayah tengah.
Kelima, pengembangan wisata. Aceh memiliki banyak potensi wisata dunia salah satu Sabang. Untuk pengembangannya Pemerintah Aceh telah bekerjasa sama dengan Phuket dan Langkawi. Terkait kerja sama ini Gubernur berharap berharap dukungan penuh pada Pemerintah Pusat.
“Dengan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata nasional hingga tahun 2017.”.
Keenam, percepatan ekonomi. Kata Gubernur untuk menunjung kesuksesan program percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia maka sangat dibutuhkan pengembangan di lintas tengah. Jika program ini terlaksana kata dia komoditi pertanian di wilayah tengah lebih mudah dipasarkan.
“Tujuh implementasi UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, kami sampai terima kasih atas penyelesaian sejumlah RPP dan Perpres. Namun beberapa RPP yang belum tuntas untuk diselesaikan tahun ini,” pinta Gubernur Zaini.

No comments:
Post a Comment